Pria Sejati Jakarta

«

»

Jul 11

Refleksi Hamba Tuhan di Pelayanan Pria sejati

Pria SejatiRefleksi Hamba Tuhan di Pelayanan Pria sejati

Kalau saya merenung dalam pelayanan saya, pengalaman saya di mentor oleh bapa2 rohani seperti pak Franky Wauran yang pendiam tapi hangat kebapaan, oleh Pak Cipto yang juga pendiam, bicara seperlunya tapi bersungguh-sungguh dalam mengajar, & bapa rohani2 saya yang lain..& keluarga senior saya sendiri..(Ortu & kakak)

Ada 2 hal saya tangkap dr pembicaraab di atas juga : pembapaan & pelayanan..

1. Pembapaan
saya merenung seperti anak saya sendiri, apakah dia jahat atau pun baik, tidak mungkin saya mengusir dia..
Tapi pembapaan bagi anak saya adalah seumur hidup saya, bukan dengan kata-kata “pengetahuan firman saja” tapi dengan PERHATIAN, EMPATY & KASIH “PerBUATan yg diperintahkan Firman” & teladan hidup seperti diajarkan bapa2 rohani saya yang pendiam seperti pak Cipto & Franky Wauran melalui ‘perbuatan’ mereka…

2. Pelayanan
saya merenung , murid itu juga seperti anak saya sendiri TAPI dlm pekerjaan (seperti usaha keluarga), anak saya akan saya ajarkan dalam ‘pekerjaan’ itu, selama anak saya taat, baik, mau diajar… Tapi kalau anak saya badung (narkoba, judi, yang membahayakan usaha) maka saya pasti akan memikirkan 2 hal : diberi fungsi dalam pekerjaan yg sesuai & tidak membahayakan usaha, atau disetop sama sekali dalam usaha, TAPI berusaha dengan keras secara pribadi merebut anak saya kembali dalam pembapaan yang benar, sampai dia benar…kelak usaha ini akan diwariskan pada nya…

Dan dalam hal pelayanan pun ada 2 hal yang menjadi patokan :

1. Tdk melakukan kejahatan terang-terang yang dengan niat merusakan tubuh Kristus (system pelayanan, pengajaran & teladannya), dengan sengaja mau menipu (rom 16:17-18), & dengan sengaja tidak mau bertobat cuma mau main-main..

2. Pembrontakan & penyesatan
Ada hal pandangan tambahan :
*hal bait tubuh sendiri : Kalau si pelayan dengan sungguh mau “mengejar” kekudusan (sebab tdk ada 1 manusia pun dapat kudus), nah usaha “mengejar” kekudusan itulah yg di jadikan patokan apakah dia layak melayani atau tidak..
*hal-hal yang terjadi diluar kuasa “diri” nya sendiri (kekudusan diri nya) : seperti urusan istri yang belum bersatu, anak-anak yang kehilangan gambar diri & jatuh dalam kejahatan, usaha yang bangkrut karena masa lalu yang kelam, tidaklah menjadi patokan kita “menghentikan” pelayanan dia..

*tidak “like or dislike” apalagi mendengar info yang salah dari orang yang salah…

*dia mau melayani & belajar pulih…

Pengalaman saya pada seseorang mentee :

Waktu saya mendengar ada seorang “pakai baju biru PS (Seragam PS)” merokok di luar camp di warung pada sabtu pagi camp, dari peserta..
Saya langsung tahu siapakah beliau..
Saya panggil, saya tanya, apakah kamu mau melayani?
Dia menjawab, saya mau, tapi saya merokok…
Terus saya bilang saya salut sama kejujuran kamu, sebab saya sendiri sudah tahu.. & kejujuran mu adalah bukti “usaha mengejar kekudusan”, lalu saya terima dia sebagai mentee & pelayan, “selama dia tdk pelayanan tumpang tangan & urapan, spy tdk membuat peserta kemasukan roh “belum pulih””, maka masuklah dia dlm pelayanan non pembinaan-teladan (Perlengkapan, konsumsi, dsb).

Saya cuma bilang pada dia, dosa mu kelihatan, & dosa saya tidak kelihatan… kita mendapat kesempatan yang sama dari Tuhan untuk melayani Dia selama kita MAU dengan sungguh-sunguh & bukan “hamba upahan..”

Sebab Tuhan pun menerima Petrus yang pemarah, Abraham yg masih pembohong, Daud yg berzinah…
Sebab saya pernah mendengar “dalam pelayanan & kesempatan pelayanan, seseorang akan berubah, sebab dia akan ‘repetisi'” seperti saya selama ini…

*Tuhan kita, panji-panji kita, Yehova Nissi, mata Allah menjelajah keseluruh bumi & hati, DIA akan dapat tahu sebagai empunya ladang, pada hati yang punya niat jahat & mau melakukan kejahatan dalam tubuh-tubuh kegerakan Nya…
Seperti Yesus pun sudah tahu, bahwa Yudas akan menjual Dia… bahwa Yesus tahu Yudas adalah bagian rencana penyelamatan, Yudas harus menjual Yesus, sayang nya Yudas pada akhirnya lari dari Tuhan & memilih mati! Kalau saja Yudas seperti kisah Daud mengambil Batsyeba & bertobat… Yudas pasti tetap diterima NYA, krn DIA adalah sumber kasih!

Haleluyaaaa…

Posting by : Dedy Setiawan Lie

Pria Sejati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

This site is protected by WP-CopyRightPro